Keji Beling, Sang Pahlawan Kecil untuk Organ Vital
Dikenal juga sebagai pecah beling. Semak setinggi dua meter yang daunnya lama dipakai untuk meluruhkan batu ginjal dan menurunkan gula darah.
Deskripsi Umum
Keji beling, juga dikenal dengan nama lain seperti pecah beling, enyoh keling, atau dalam bahasa ilmiah Strobilanthes crispus, adalah tanaman semak dari famili Acanthaceae. Tanaman ini banyak ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia, dan telah lama digunakan sebagai tanaman obat dalam pengobatan tradisional.
Tanaman ini tumbuh dengan tinggi antara 1 hingga 2 meter, memiliki batang yang lunak, dan daun yang berbentuk lonjong, bergerigi di tepinya, serta permukaan daunnya berbulu halus. Bunganya berwarna ungu keunguan dan tumbuh dalam tandan.
Klasifikasi Ilmiah
| Taksonomi | Keterangan |
|---|---|
| Kingdom | Plantae |
| Subkingdom | Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh) |
| Super Divisi | Spermatophyta (tumbuhan berbiji) |
| Divisi | Magnoliophyta (tumbuhan berbunga) |
| Kelas | Magnoliopsida (dikotil) |
| Ordo | Lamiales |
| Famili | Acanthaceae |
| Genus | Strobilanthes |
| Spesies | Strobilanthes crispus (L.) Blume |
Kandungan Kimia
- Flavonoid
- Polifenol
- Saponin
- Alkaloid
- Triterpenoid
- Kalium, natrium, dan magnesium
Manfaat Kesehatan
- Meluruhkan batu ginjal dan batu empedu.
- Menurunkan kadar gula darah (antidiabetik).
- Menurunkan tekanan darah.
- Antikanker dan antioksidan.
- Mempercepat penyembuhan luka.
- Membersihkan racun dalam tubuh (detoksifikasi).
Penggunaan Tradisional
Di masyarakat Indonesia, daun keji beling biasa direbus dan air rebusannya diminum secara rutin. Dalam pengobatan tradisional, daun ini digunakan untuk mengobati kencing manis, batu ginjal, disentri, dan wasir. Daun segarnya juga bisa ditumbuk untuk obat luar.
Efek Samping dan Perhatian
Meski dianggap aman dalam penggunaan tradisional, konsumsi dalam jumlah besar atau jangka panjang sebaiknya tetap di bawah pengawasan tenaga medis, karena belum banyak uji klinis jangka panjang pada manusia.
Referensi
- Zakaria, M., Mohd, M. A., Mat, J. (2006). Strobilanthes crispus: A review of its pharmacological properties and potential applications. Journal of Ethnopharmacology, 113(1), 1–13.
- Widjajakusuma, C. (2004). Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Jakarta: Pustaka Populer Obor.
- Wiart, C. (2006). Medicinal Plants of Southeast Asia. Springer.
Tema dalam tulisan ini
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi tulisan ini.
Bacaan terkait
Sirih dan Senyawa Alaminya: Antiseptik dari Alam
Sirih Merah: Anugerah Allah dalam Sehelai Daun
Paling Banyak Dibaca
Seluruh 17 tulisan Kareba Alam telah dibaca 188 kali.
- 1Siswa Kelas IX SMP Islam Al Bayyinah Sulap Limbah Kayu Menjadi Bonsai Kering46 kali dibaca · Jelajah Tanaman
- 2Bambu Air: Tanaman Air Multifungsi yang Menyegarkan Ekosistem16 kali dibaca · Jelajah Tanaman
- 3Taman Vertikultur di Sekolah: Solusi Cerdas untuk Ruang Perkotaan dan Lingkungan Asri13 kali dibaca · Jelajah Tanaman
- 4Paku Sarang Burung: Solusi Tanaman Hias untuk Suasana Asri dan Sejuk11 kali dibaca · Jelajah Tanaman
- 5Bayam Brazil: Tanaman Mini, Manfaat Maxi!10 kali dibaca · Jelajah Tanaman