Sekolah Islam Al-Bayyinah Makassar Profil Sekolah  ·  Pendaftaran Murid Baru   Kareba Alam   Ruang Belajar
Logo Khabar Al Bayyinah Khabar Al Bayyinah Kanal Harian Al Bayyinah Aktual & Resmi
Kegiatan Santri

A Memorable Adventure: Field Trip Kelas IXB SMP Islam Al-Bayyinah Makassar ke Bantimurung

A Asrini Sutriadi, S.Pd.,M.Pd., Gr
· 5 menit baca · Dibaca 27 kali
A Memorable Adventure: Field Trip Kelas IXB SMP Islam Al-Bayyinah Makassar ke Bantimurung

Maros, 30 September 2026 — Sebanyak 32 siswa kelas IX SMP Islam Al Bayyinah Makassar mengikuti kegiatan field trip edukatif ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Rabu (30/9/2026). Mengusung tema “A Memorable Adventure of Junior High School of Al Bayyinah Islamic School of Makassar”, kegiatan ini menjadi perjalanan yang memadukan petualangan alam, pembelajaran lintas mata pelajaran, dan pengalaman kebersamaan di luar lingkungan sekolah.

Rombongan didampingi oleh tiga guru, yakni Asrini Sutriadi., S.Pd., M.Pd., Gr. selaku guru Bahasa Inggris sekaligus ketua pelaksana kegiatan Field Trip, Fitriayani Kahar, A.Md. Bing., S.Pd., M.Pd., Gr. selaku guru Bahasa Arab, dan Sulfayani S, S.Pd., Gr. selaku guru Matematika. Selama menjelajahi kawasan Bantimurung, para siswa juga mendapatkan pendampingan dari seorang tour guide profesional yang memberikan penjelasan mengenai lingkungan alam dan keunikan kawasan wisata tersebut.

Menjelajahi Keindahan Bantimurung Bersama Tour Guide Perjalanan di Bantimurung menjadi pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkaya wawasan siswa. Dengan pendampingan tour guide profesional, para siswa menjelajahi kawasan di sekitar air terjun, mengamati lingkungan alam, serta mengenal keunikan kawasan yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Sulawesi Selatan. Salah satu pengalaman yang berkesan adalah kegiatan menaiki Tangga Seribu menuju kawasan gua yang berada di atas air terjun. Aktivitas ini menghadirkan pengalaman petualangan tersendiri bagi para siswa. Selain menikmati panorama alam, mereka berkesempatan melatih ketahanan fisik, kedisiplinan, dan kerja sama selama perjalanan. Sepanjang kegiatan, siswa diarahkan untuk tetap mengikuti rombongan, mematuhi arahan guru dan pemandu, serta menjaga keselamatan diri. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran nyata bahwa menjelajahi alam membutuhkan rasa ingin tahu sekaligus tanggung jawab terhadap diri sendiri, teman, dan lingkungan.

Belajar dari Museum Kupu-Kupu Selain menjelajahi kawasan air terjun, para siswa mengunjungi Museum Kupu-Kupu untuk mengenal lebih dekat keanekaragaman serangga tersebut. Di museum ini, siswa mempelajari berbagai jenis kupu-kupu, karakteristiknya, serta tahapan perkembangan yang dikenal sebagai metamorfosis, mulai dari telur, larva atau ulat, pupa atau kepompong, hingga menjadi kupu-kupu dewasa. Pengamatan langsung ini membantu siswa memahami materi tentang siklus kehidupan makhluk hidup secara lebih konkret. Mereka juga diajak menyadari pentingnya menjaga habitat kupu-kupu dan melestarikan keanekaragaman hayati sebagai bagian dari keseimbangan ekosistem. Kunjungan ini memperlihatkan bahwa kawasan wisata alam dapat menjadi sumber belajar yang kaya. Setiap objek yang diamati menghadirkan kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan memperluas pengetahuan di luar materi yang diperoleh melalui buku pelajaran.

Tiga Mata Pelajaran, Satu Pengalaman Bermakna Keunikan field trip ini terletak pada integrasi tiga mata pelajaran, yaitu Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Ketiga mata pelajaran tersebut mendapatkan sesi pembelajaran tersendiri dengan pendampingan guru sesuai bidangnya. Pada sesi Matematika, Sulfayani, S.Pd., Gr. mendampingi siswa menghubungkan konsep matematika yang relevan dengan objek dan lingkungan sekitar. Pembelajaran ini mendorong siswa untuk melihat bahwa matematika tidak hanya hadir dalam rumus dan soal di buku, tetapi juga dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Pada sesi Bahasa Inggris, Asrini Sutriadi., S.Pd., M.Pd., Gr. yang juga sekaligus sebagai ketua panitia pelaksana mengajak siswa memperkaya kosakata dan mengembangkan pemahaman bahasa melalui konteks lingkungan wisata. Pengalaman berada di kawasan alam memberikan kesempatan bagi siswa untuk menghubungkan kosakata dengan objek yang mereka lihat dan pengalaman yang mereka alami. Sementara itu, pada sesi Bahasa Arab, Ustazah Fitriayani Kahar, A.Md. Bing., S.Pd., M.Pd., Gr. mendampingi siswa mengenal serta mempraktikkan kosakata dan ungkapan sederhana yang berkaitan dengan alam dan lingkungan.

Dalam sesi-sesi tersebut, para siswa tampak berkumpul, membuka lembar kerja, berdiskusi, dan menyelesaikan tugas pembelajaran di ruang terbuka. Suasana belajar yang berbeda dari ruang kelas diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus memperkuat pemahaman terhadap materi yang dipelajari.

Alam sebagai Ruang Belajar dan Pembentukan Karakter Kegiatan field trip ini menunjukkan bahwa pembelajaran dapat berlangsung di berbagai tempat, tidak terbatas pada ruang kelas. Air terjun, kawasan hutan, museum, dan lingkungan sekitar dapat menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga berkesempatan mengembangkan kemandirian, kerja sama, kedisiplinan, rasa ingin tahu, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kebersamaan selama perjalanan turut menjadi bagian dari pengalaman yang mempererat hubungan antarsiswa dan guru. Bagi SMP Islam Al Bayyinah Makassar, kegiatan ini merupakan upaya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, dan bermakna. Pendampingan guru yang dipadukan dengan penjelasan tour guide profesional memberikan sudut pandang yang lebih luas bagi siswa dalam memahami lingkungan dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang dipelajari di sekolah. Petualangan yang Menjadi Kenangan Lebih dari sekadar perjalanan wisata, field trip kelas IXB ke Bantimurung diharapkan menjadi pengalaman yang membekas bagi seluruh peserta. Keindahan alam, pengetahuan baru dari Museum Kupu-Kupu, pengalaman menjelajahi kawasan air terjun dan Tangga Seribu, serta pembelajaran tiga mata pelajaran menjadi bagian dari perjalanan yang memperkaya wawasan siswa. Melalui tema “A Memorable Adventure”, sekolah ingin menegaskan bahwa petualangan terbaik bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi juga tentang pengetahuan yang diperoleh, pengalaman yang dibagikan, dan karakter yang tumbuh selama perjalanan. Sebab, terkadang pelajaran yang paling berkesan tidak hanya ditemukan di antara halaman buku, tetapi juga di tengah perjalanan, saat siswa mengamati alam, menghadapi tantangan, berdiskusi, dan menemukan pengetahuan melalui pengalaman mereka sendiri.
Bagikan: WhatsApp Komentar 0

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi tulisan ini.

Komentar langsung tampil. Mohon santun, dan jangan menuliskan nomor telepon atau alamat.

Bacaan terkait

Paling Banyak Dibaca

Seluruh 7 tulisan Khabar Al Bayyinah telah dibaca 274 kali.

  1. 1Siswa SMP dan SMA Islam Al Bayyinah Makassar Tuntaskan Kitab At-Tashīl li Ahkāmit Tartīl Bersama Syaikh Bilal bin Haidar87 kali dibaca · Kegiatan Santri
  2. 2Tasmi’ Semester Ganjil 2026, 823 Siswa Al Bayyinah Perdengarkan Hafalan hingga 3 Juz Sekali Duduk48 kali dibaca · Kegiatan Santri
  3. 3Al-Bayyinah Hadirkan Inovasi PAKKIO dalam Ajang Guru Inovatif SMP Kota Makassar 202542 kali dibaca · Guru & Pegawai
  4. 4Ubah Kelas Jadi Ruang Belajar Kreatif, Siswa Al Bayyinah Antusias Ikuti Lomba Display Kelas29 kali dibaca · Kegiatan Santri
  5. 5A Memorable Adventure: Field Trip Kelas IXB SMP Islam Al-Bayyinah Makassar ke Bantimurung27 kali dibaca · Kegiatan Santri · sedang Anda baca