Sekolah Islam Al-Bayyinah Makassar Profil Sekolah  ·  Pendaftaran Murid Baru   Khabar   Kareba Alam
Logo Ruang Belajar Al Bayyinah Ruang Belajar Al Bayyinah Materi, Latihan Soal, dan Pembahasan
Matematika

Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat

Perkalian adalah penjumlahan berulang, dan pembagian adalah kebalikannya. Lewat pola dan cerita suhu, temukan sendiri mengapa negatif dikali negatif hasilnya positif, lalu pakai aturan tandanya untuk pembagian.

M Muh. Yasin Yanzhur, S.Pd., M.Pd., Gr. Guru Matematika SMP & SMA
· 6 menit baca · Dibaca 5 kali
Tiga lompatan ke kiri di garis bilangan, masing-masing dua langkah
Tiga lompatan ke kiri di garis bilangan, masing-masing dua langkah

Di materi sebelumnya kita menjumlah dengan melangkah di garis bilangan. Sekarang bayangkan ini: suhu di sebuah ruang pendingin turun 2°C setiap jam. Setelah 3 jam, suhunya berubah berapa? Turun 2, turun 2, lalu turun 2 lagi: totalnya turun 6 derajat. Ditulis dengan bilangan bulat: \( {(-2) + (-2) + (-2) = -6.} \)

Penjumlahan bilangan yang sama secara berulang punya nama yang lebih singkat: perkalian. Di halaman ini kita belajar mengalikan dan membagi bilangan bulat. Yang paling penting, kita akan memahami mengapa aturan tandanya seperti itu, bukan sekadar menghafalnya.

1. Perkalian adalah Penjumlahan Berulang

Sejak SD kita tahu \( {3 \times 2} \) artinya 2 dijumlahkan sebanyak 3 kali: \( {2 + 2 + 2 = 6.} \) Pada garis bilangan, itu berarti 3 lompatan, masing-masing 2 langkah ke kanan, dimulai dari 0.

Dengan cara yang sama, \( {3 \times (-2)} \) artinya −2 dijumlahkan sebanyak 3 kali:

\[ \begin{aligned} 3 \times (-2) &= (-2) + (-2) + (-2) \\ &= -6 \end{aligned} \]

Pada garis bilangan: 3 lompatan, masing-masing 2 langkah ke kiri, karena yang dijumlahkan bilangan negatif.

Dua garis bilangan: tiga lompatan dua langkah ke kanan berhenti di 6, dan tiga lompatan dua langkah ke kiri berhenti di minus 6

Jadi positif dikali negatif hasilnya negatif. Ini masuk akal: kalau suhu turun 2 derajat sebanyak 3 kali, suhunya pasti turun, bukan naik.

2. Urutan Perkalian Boleh Ditukar

Bagaimana dengan \( {(-2) \times 3?} \) Membayangkan “−2 kali lompatan” memang aneh. Untungnya, pada perkalian urutan boleh ditukar tanpa mengubah hasil, misalnya \( {2 \times 3 = 3 \times 2 = 6.} \) Sifat ini disebut sifat komutatif (sifat pertukaran).

Jadi \( (-2) \times 3 = 3 \times (-2) = -6 \). Negatif dikali positif hasilnya juga negatif.

3. Negatif Dikali Negatif: Mari Lihat Polanya

Sekarang bagian yang paling sering ditanyakan: berapa \( {(-3) \times (-2)?} \) Menghafal “negatif kali negatif jadi positif” itu mudah, tetapi mengapa begitu? Mari kita cari tahu dari pola, seperti di materi sebelumnya.

Pola perkalian 3, 2, 1, 0, minus 1, minus 2, dan minus 3 dengan minus 2

Bilangan pertama pada perkalian disebut pengali: pada \( {3 \times (-2),} \) pengalinya 3 (−2 dijumlahkan 3 kali). Perhatikan: setiap kali pengalinya turun 1, hasilnya naik 2, yaitu −6, −4, −2, 0. Pola itu tidak berhenti di nol. Kalau pengalinya turun lagi menjadi −1, −2, dan −3, hasilnya terus naik menjadi 2, 4, dan 6.

Jadi \( {(-1) \times (-2) = 2,} \) \( {(-2) \times (-2) = 4,} \) dan \( {(-3) \times (-2) = 6.} \) Negatif dikali negatif hasilnya positif.

4. Cek dengan Cerita: Suhu yang Terus Turun

Kembali ke ruang pendingin tadi. Suhunya turun 2°C setiap jam, jadi perubahannya −2 per jam. Misalkan sekarang suhunya 0°C. Waktu kita tandai dengan bilangan bulat: jam yang akan datang positif (1 jam lagi = 1), jam yang sudah lewat negatif (1 jam yang lalu = −1). Karena sekarang suhunya 0°C, suhu pada suatu waktu dihitung dengan waktu × (−2).

Tabel suhu dari 3 jam yang lalu sampai 3 jam lagi: 6, 4, 2, 0, minus 2, minus 4, minus 6 derajat
  • 3 jam lagi: \( {3 \times (-2) = -6.} \) Suhunya −6°C, lebih dingin. Masuk akal, karena suhunya terus turun.
  • 3 jam yang lalu: \( {(-3) \times (-2) = 6.} \) Suhunya 6°C, lebih hangat. Juga masuk akal: kalau suhunya terus turun, berarti dulu suhunya lebih tinggi.

Cerita ini cocok dengan pola tadi: negatif dikali negatif hasilnya positif.

5. Aturan Tanda

Dari bagian 1 sampai 4 kita bisa merangkum aturan tanda perkalian:

Tabel aturan tanda perkalian: tanda sama hasilnya positif, tanda berbeda hasilnya negatif
  1. Tanda sama (positif × positif, atau negatif × negatif): hasilnya positif.
  2. Tanda berbeda (positif × negatif, atau negatif × positif): hasilnya negatif.
  3. Bilangan apa pun dikali 0 hasilnya 0.

Cara mengerjakannya: abaikan dulu tanda minusnya dan kalikan bilangannya, lalu tentukan tandanya dengan aturan di atas. Contoh: \( {(-4) \times 5.} \) Tanpa tanda minus, \( {4 \times 5 = 20.} \) Tandanya berbeda, jadi hasilnya −20.

Cara lain untuk mengingatnya. Bandingkan \( {3 \times 4 = 12} \) dengan \( {(-3) \times 4 = -12.} \) Kalau bilangan pertama diganti dengan lawannya (ingat materi sebelumnya: lawan 3 adalah −3), hasilnya juga berganti menjadi lawannya. Sekarang lakukan hal yang sama pada \( {3 \times (-4) = -12} \): \( {(-3) \times (-4)} \) adalah lawan dari −12, yaitu 12. Negatif dikali negatif seperti “lawan dari lawan”, sehingga kembali menjadi positif.

6. Pembagian: Kebalikan dari Perkalian

Pembagian adalah kebalikan dari perkalian. \( {12 \mathbin{:} 3 = 4} \) karena \( {4 \times 3 = 12.} \) Jadi untuk menghitung pembagian, kita bertanya: bilangan berapa yang kalau dikali dengan pembaginya, hasilnya sama dengan bilangan yang dibagi? (Pembagi adalah bilangan di belakang tanda bagi; pada \( {12 \mathbin{:} 3,} \) pembaginya 3.)

Pertanyaan itu langsung bisa dipakai untuk bilangan bulat:

  • Untuk \( {(-12) \mathbin{:} 3,} \) tanyakan: berapa dikali 3 hasilnya −12? Jawabannya −4, jadi \( {(-12) \mathbin{:} 3 = -4.} \)
  • Untuk \( {12 \mathbin{:} (-3),} \) tanyakan: berapa dikali −3 hasilnya 12? Jawabannya −4, jadi \( {12 \mathbin{:} (-3) = -4.} \)
  • Untuk \( {(-12) \mathbin{:} (-3),} \) tanyakan: berapa dikali −3 hasilnya −12? Jawabannya 4, jadi \( {(-12) \mathbin{:} (-3) = 4.} \)
Empat pembagian 12 dan 3 dengan berbagai tanda, masing-masing dicek dengan perkalian

Ternyata aturan tanda pembagian sama persis dengan perkalian: tanda sama hasilnya positif, tanda berbeda hasilnya negatif. Tabel aturan tanda di bagian 5 berlaku juga untuk pembagian.

Contoh cerita: suhu turun 12°C dalam 3 jam, sama besar setiap jamnya. Perubahan tiap jam adalah \( {(-12) \mathbin{:} 3 = -4,} \) artinya turun 4°C per jam.

Bagaimana dengan nol? \( {0 \mathbin{:} 5 = 0,} \) karena \( {0 \times 5 = 0.} \) Tetapi \( {5 \mathbin{:} 0} \) tidak bisa dihitung: tidak ada bilangan yang kalau dikali 0 hasilnya 5, karena bilangan apa pun dikali 0 hasilnya 0. Lalu bagaimana dengan \( {0 \mathbin{:} 0?} \) Kali ini semua bilangan cocok, misalnya \( {7 \times 0 = 0} \) dan \( {(-3) \times 0 = 0,} \) sehingga tidak ada satu jawaban yang pasti. Karena itu pembagian dengan nol, termasuk \( {0 \mathbin{:} 0,} \) tidak didefinisikan (tidak punya hasil).

Awas Jebakan!

Jebakan 1: \( {(-3) \times (-4).} \) Banyak yang menjawab −12, dengan alasan “ada tanda minus, pasti hasilnya negatif”. Padahal tandanya sama (keduanya negatif), jadi hasilnya positif: \( {(-3) \times (-4) = 12.} \)

Jebakan 2: aturan tanda dipakai untuk penjumlahan. Aturan “negatif dan negatif jadi positif” hanya berlaku untuk perkalian dan pembagian. Penjumlahan \( {(-3) + (-4)} \) tetap dikerjakan dengan melangkah: mulai di −3, melangkah 4 langkah ke kiri, hasilnya −7, bukan 7. Ingat juga: pada pengurangan, \( {5 - (-3)} \) menjadi \( {5 + 3} \) karena “mengurangi sama dengan menambah lawannya” (materi sebelumnya), bukan karena aturan tanda. Hasil pengurangan seperti itu bisa tetap negatif, misalnya \( {(-5) - (-2) = -3.} \)

Perbandingan: minus 3 tambah minus 4 sama dengan minus 7, sedangkan minus 3 kali minus 4 sama dengan 12

Mari Coba Bersama

Contoh 1. Hitung \( {(-5) \times 4.} \)

Cara berpikir: tanpa tanda minus, \( {5 \times 4 = 20.} \) Tandanya berbeda (negatif dan positif), jadi hasilnya negatif. Bisa juga dicek dengan penjumlahan berulang; karena urutan boleh ditukar, \( (-5) \times 4 = 4 \times (-5) = (-5) + (-5) + (-5) + (-5) = -20 \).
Jawaban: −20.

Contoh 2. Hitung \( {(-6) \times (-3).} \)

Cara berpikir: tanpa tanda minus, \( {6 \times 3 = 18.} \) Tandanya sama (keduanya negatif), jadi hasilnya positif.
Jawaban: 18.

Contoh 3. Hitung \( {(-24) \mathbin{:} (-6).} \)

Cara berpikir: tanpa tanda minus, \( {24 \mathbin{:} 6 = 4.} \) Tandanya sama, jadi hasilnya positif. Cek dengan perkalian: \( {4 \times (-6) = -24.} \) Cocok.
Jawaban: 4.

Ringkasan

  • Perkalian adalah penjumlahan berulang, misalnya \( 3 \times (-2) = (-2) + (-2) + (-2) = -6 \).
  • Urutan perkalian boleh ditukar (sifat komutatif).
  • Tanda sama hasilnya positif; tanda berbeda hasilnya negatif. Pola dan cerita suhu menunjukkan mengapa \( {(-3) \times (-2) = 6.} \)
  • Pembagian adalah kebalikan perkalian, dan aturan tandanya sama. Pembagian dengan nol tidak didefinisikan.
  • Aturan tanda hanya untuk perkalian dan pembagian, bukan untuk penjumlahan dan pengurangan.

Sekarang kerjakan latihan soal di bawah. Pilih jawabanmu, lalu baca pembahasannya. Pembahasan sama pentingnya dengan jawabannya.

Materi berikutnya: sifat-sifat operasi dan operasi campuran, yaitu urutan mengerjakan soal yang memuat tambah, kurang, kali, dan bagi sekaligus.

Latihan Soal

5 soal pilihan ganda. Pilih satu jawaban — benar atau salahnya langsung terlihat, lalu pembahasannya muncul. Tidak ada yang dicatat; ulangi sesukamu.

0 dari 5 soal terjawab

  1. Soal 1 dari 5
    Hasil dari 6 × (−4) adalah …
    Lihat kunci & pembahasan

    Kunci: A. Tanpa tanda minus, 6 × 4 = 24. Tandanya berbeda (positif dikali negatif), jadi hasilnya negatif: 6 × (−4) = −24.
    Cek dengan penjumlahan berulang: (−4) + (−4) + (−4) + (−4) + (−4) + (−4) = −24.

    Mengapa pilihan lain salah?
    B. 24: hasil kalinya benar, tetapi tanda minusnya hilang. Tanda berbeda menghasilkan bilangan negatif.
    C. 2 adalah hasil 6 + (−4). Soalnya perkalian, bukan penjumlahan.
    D. −10 didapat kalau 6 dan 4 dijumlahkan lalu diberi tanda minus.

  2. Soal 2 dari 5
    Hasil dari (−7) × (−5) adalah …
    Lihat kunci & pembahasan

    Kunci: B. Tanpa tanda minus, 7 × 5 = 35. Kedua bilangan bertanda sama (sama-sama negatif), jadi hasilnya positif: (−7) × (−5) = 35.

    Mengapa pilihan lain salah?
    A. −35: ini kesalahan “ada minus, pasti negatif”. Negatif dikali negatif hasilnya positif.
    C. −12 adalah hasil (−7) + (−5). Soalnya perkalian, bukan penjumlahan.
    D. 12 didapat kalau 7 dan 5 dijumlahkan, lalu aturan “negatif dan negatif jadi positif” dipakai. Aturan tanda itu hanya untuk perkalian dan pembagian.

  3. Soal 3 dari 5
    Perhatikan gambar. Lompatan-lompatan pada garis bilangan itu sama panjang dan dimulai dari 0. Perkalian yang sesuai dengan gambar adalah …
    Gambar soal 3
    Lihat kunci & pembahasan

    Kunci: C. Ada 4 lompatan, masing-masing 3 langkah ke KIRI (yaitu −3), dimulai dari 0 dan berhenti di −12. Empat kali −3 ditulis 4 × (−3) = −12.

    Mengapa pilihan lain salah?
    A. 4 × 3 = 12 berarti 4 lompatan ke KANAN, berhenti di 12.
    B. Hasilnya 12, di kanan nol. Lompatan pada gambar berhenti di −12, di kiri nol.
    D. (−3) + 4 bukan perkalian. Itu hanya satu langkah dari −3 sejauh 4 ke kanan.

  4. Soal 4 dari 5
    Hasil dari (−36) : 4 adalah …
    Lihat kunci & pembahasan

    Kunci: D. Tanpa tanda minus, 36 : 4 = 9. Tandanya berbeda (negatif dibagi positif), jadi hasilnya negatif: (−36) : 4 = −9.
    Cek dengan perkalian: (−9) × 4 = −36. Cocok.

    Mengapa pilihan lain salah?
    A. 9: hasil baginya benar, tetapi tanda minusnya hilang.
    B. −32 adalah hasil (−36) + 4. Soalnya pembagian.
    C. −40 adalah hasil (−36) − 4. Soalnya pembagian.

  5. Soal 5 dari 5
    Suhu sebuah ruang pendingin turun 2°C setiap jam secara teratur. Sekarang suhunya 0°C. Suhu ruangan itu 4 jam yang lalu adalah …
    Lihat kunci & pembahasan

    Kunci: B. Perubahan suhunya −2 per jam, dan 4 jam yang lalu ditandai dengan −4. Jadi suhunya (−4) × (−2) = 8, yaitu 8°C.
    Cek dengan akal sehat: suhunya terus turun, berarti dulu lebih hangat. Setiap 1 jam ke belakang, suhunya 2 derajat lebih tinggi: 2°C, 4°C, 6°C, 8°C.

    Mengapa pilihan lain salah?
    A. −8°C adalah suhu 4 jam LAGI, bukan 4 jam yang lalu.
    C. −6°C adalah hasil (−4) + (−2). Soalnya perkalian.
    D. 2°C adalah hasil (−4) : (−2). Soalnya perkalian, bukan pembagian.

Mau latihan lebih banyak? 50 soal Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat di Latihan Bertingkat — dari Pemanasan sampai HOTS, dengan poin dan papan peringkat.

Tema dalam tulisan ini

Bagikan: WhatsApp Komentar 0

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi tulisan ini.

Komentar langsung tampil. Mohon santun, dan jangan menuliskan nomor telepon atau alamat.

Bacaan terkait

Materi Paling Banyak Dibaca

Seluruh 9 materi Ruang Belajar Al Bayyinah telah dibaca 79 kali.

  1. 1Mengenal Bilangan Bulat dan Garis Bilangan13 kali dibaca · Matematika
  2. 2Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat11 kali dibaca · Matematika
  3. 3Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan10 kali dibaca · Matematika
  4. 4Desimal dan Persen9 kali dibaca · Matematika
  5. 5Soal Cerita Bilangan8 kali dibaca · Matematika