Sekolah Islam Al-Bayyinah Makassar Profil Sekolah  ·  Pendaftaran Murid Baru   Khabar   Kareba Alam
Logo Ruang Belajar Al Bayyinah Ruang Belajar Al Bayyinah Materi, Latihan Soal, dan Pembahasan
Matematika

Desimal dan Persen

Desimal dan persen hanyalah cara lain menulis pecahan: desimal memakai persepuluhan dan perseratusan, persen berarti per seratus. Pelajari cara mengubah, membandingkan, dan menjumlahkan desimal, serta menghitung persen dari suatu bilangan, termasuk diskon.

M Muh. Yasin Yanzhur, S.Pd., M.Pd., Gr. Guru Matematika SMP & SMA
· 6 menit baca · Dibaca 9 kali
Persegi seratus kotak, dua puluh lima diarsir: nol koma dua lima sama dengan dua puluh lima persen
Persegi seratus kotak, dua puluh lima diarsir: nol koma dua lima sama dengan dua puluh lima persen

Tinggi badan Budi 1,52 meter. Di toko tertulis “diskon 25%”. Di kemasan susu tertulis 0,25 liter. Ketiganya sebenarnya pecahan yang ditulis dengan cara lain. Di halaman ini kita belajar membaca, mengubah, dan menghitung dengan dua cara tulis itu: desimal dan persen.

1. Desimal: Pecahan Berpenyebut 10, 100, 1000

Bagi jarak dari 0 ke 1 menjadi 10 bagian sama besar. Setiap bagian besarnya \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{10}} \) (sepersepuluh) dan ditulis 0,1, dibaca “nol koma satu”. Satu bagian sebesar sepersepuluh kita sebut satu persepuluhan. Tiga persepuluhan adalah \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{10} = 0{,}3.} \) Bilangan yang ditulis dengan koma seperti ini disebut desimal.

Garis bilangan dari 0 sampai 1 dibagi sepuluh: nol koma satu sampai nol koma sembilan. Tiga langkah dari nol berhenti di nol koma tiga

Kalau setiap persepuluhan dibagi lagi menjadi 10, satu keseluruhan terbagi menjadi 100 bagian. Setiap bagian besarnya \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{100} = 0{,}01} \) (seperseratus), dan disebut satu perseratusan. Persegi berikut berisi 100 kotak kecil, dan 25 kotak diarsir:

Persegi berisi seratus kotak kecil, dua puluh lima kotak diarsir: dua puluh lima per seratus, sama dengan nol koma dua lima, sama dengan seperempat

\[ 0{,}25 = \dfrac{25}{100} = \dfrac{1}{4} \]

Tanda koma memisahkan bagian utuh dan bagian pecahan. Di Indonesia dipakai koma, misalnya 2,5. Banyak kalkulator dan negara lain memakai titik, misalnya 2.5, dengan arti yang sama. Hati-hati, di Indonesia titik dipakai untuk memisahkan ribuan: Rp2.500 artinya dua ribu lima ratus rupiah, bukan dua koma lima.

Nilai tempat adalah nilai sebuah angka menurut letaknya. Angka 3 pada 2,35 bernilai tiga persepuluh, sedangkan pada 2,53 hanya tiga perseratus. Pada 2,35:

Bilangan dua koma tiga lima: angka 2 di tempat satuan, angka 3 di tempat persepuluhan, angka 5 di tempat perseratusan

\[ \begin{aligned} 2{,}35 &= 2 + \dfrac{3}{10} + \dfrac{5}{100} \\[6pt] &= 2 + \dfrac{35}{100} \end{aligned} \]

Angka pertama di belakang koma menunjukkan banyaknya persepuluhan, angka kedua banyaknya perseratusan, dan angka ketiga banyaknya perseribuan. Karena 3 persepuluhan sama dengan 30 perseratusan, 3 persepuluhan dan 5 perseratusan sama dengan 35 perseratusan.

2. Mengubah Pecahan dan Desimal

Desimal ke pecahan: tulis sebagai persepuluhan, perseratusan, atau perseribuan sesuai banyak angka di belakang koma, lalu sederhanakan.

\[ \begin{aligned} 0{,}6 &= \dfrac{6}{10} = \dfrac{3}{5} \\[6pt] 0{,}75 &= \dfrac{75}{100} = \dfrac{3}{4} \\[6pt] 0{,}125 &= \dfrac{125}{1000} = \dfrac{1}{8} \end{aligned} \]

Pecahan ke desimal, cara 1: ubah ke pecahan senilai yang penyebutnya 10, 100, atau 1000, seperti di materi kelima.

\[ \begin{aligned} \dfrac{3}{5} &= \dfrac{3 \times 2}{5 \times 2} = \dfrac{6}{10} = 0{,}6 \\[6pt] \dfrac{1}{4} &= \dfrac{1 \times 25}{4 \times 25} = \dfrac{25}{100} = 0{,}25 \end{aligned} \]

Cara 2: bagi pembilang dengan penyebut. Pecahan juga berarti pembagian: kalau 1 loyang dibagi rata untuk 4 orang, setiap orang mendapat \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{4}} \) loyang. Jadi \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{4}} \) sama dengan 1 dibagi 4. Membaginya lewat persepuluhan: 1 utuh = 10 persepuluhan. 10 persepuluhan dibagi 4 hasilnya 2 persepuluhan, dengan sisa 2 persepuluhan, yaitu 20 perseratusan. 20 perseratusan dibagi 4 hasilnya 5 perseratusan. Jadi 1 dibagi 4 hasilnya 2 persepuluhan dan 5 perseratusan, yaitu 0,25.

Cara ini selalu bisa dipakai, termasuk untuk penyebut seperti 3 yang tidak bisa dijadikan 10, 100, 1000, dan seterusnya dengan perkalian bilangan bulat. Dengan cara yang sama: 10 persepuluhan dibagi 3 hasilnya 3 persepuluhan, dengan sisa 1 persepuluhan, yaitu 10 perseratusan. Dibagi 3 lagi hasilnya 3 perseratusan, dengan sisa 1 perseratusan, dan begitu seterusnya. Sisanya selalu 1, sehingga angka 3 berulang terus tanpa henti:

\[ \dfrac{1}{3} = 0{,}333\ldots \]

Desimal seperti ini disebut desimal berulang.

3. Membandingkan Desimal

Mana yang lebih besar, 0,5 atau 0,45? Banyak yang menjawab 0,45 karena 45 lebih dari 5. Padahal 0,5 berarti 5 persepuluhan, sedangkan 0,45 adalah 4 persepuluhan ditambah 5 perseratusan, jadi belum sampai 5 persepuluhan. Supaya mudah dibandingkan, samakan banyak angka di belakang koma dengan menambahkan 0 di ujung kanan:

\[ \begin{aligned} 0{,}5 &= 0{,}50 = \dfrac{50}{100} \\[6pt] 0{,}45 &= \dfrac{45}{100} \end{aligned} \]

Sekarang keduanya perseratusan: 50 lebih dari 45, jadi \( {0{,}5 > 0{,}45.} \) Menambahkan 0 di ujung kanan angka di belakang koma tidak mengubah nilai, karena \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{5}{10} = \dfrac{50}{100}} \) (pecahan senilai). Pada bilangan bulat tidak demikian: 5 menjadi 50 jelas berubah.

Dua persegi seratus kotak: lima puluh kotak diarsir untuk nol koma lima, empat puluh lima kotak diarsir untuk nol koma empat lima. Nol koma lima lebih besar

Bukan contoh: menambahkan 0 di depan angka di belakang koma. 0,5 dan 0,05 tidak sama: 0,05 hanya 5 perseratusan, sepersepuluh dari 0,5.

Untuk desimal negatif, aturan garis bilangan dari materi pertama tetap berlaku: makin ke kanan makin besar. Karena −0,5 lebih jauh di kiri nol daripada −0,45, \( {-0{,}5 < -0{,}45.} \)

4. Menjumlahkan dan Mengurangkan Desimal

Desimal dijumlahkan seperti bilangan bulat, dengan satu syarat: luruskan komanya, supaya persepuluhan dijumlahkan dengan persepuluhan dan perseratusan dengan perseratusan.

Penjumlahan bersusun. Benar: koma diluruskan, nol koma lima nol ditambah nol koma dua lima sama dengan nol koma tujuh lima. Salah: angka diluruskan ke kanan, hasilnya nol koma tiga nol

\[ \begin{aligned} 0{,}5 + 0{,}25 &= 0{,}50 + 0{,}25 \\[6pt] &= 0{,}75 \end{aligned} \]

Cek dengan pecahan:

\[ \dfrac{1}{2} + \dfrac{1}{4} = \dfrac{3}{4} = 0{,}75 \]

Cocok. Pengurangan juga sama:

\[ \begin{aligned} 2{,}4 - 0{,}65 &= 2{,}40 - 0{,}65 \\[6pt] &= 1{,}75 \end{aligned} \]

5. Persen: Per Seratus

Kata persen berarti “per seratus”, dan lambangnya adalah tanda %. Jadi 75% adalah 75 per seratus. Pada persegi seratus kotak, 75% berarti 75 kotak diarsir:

Persegi seratus kotak, tujuh puluh lima kotak diarsir: tujuh puluh lima persen sama dengan nol koma tujuh lima sama dengan tiga per empat

\[ 75\% = \dfrac{75}{100} = 0{,}75 = \dfrac{3}{4} \]

Persen memudahkan kita membandingkan, karena semuanya per seratus. 100% berarti seluruhnya, dan 50% berarti setengah.

Mengubah ke persen: ubah ke per seratus.

\[ \begin{aligned} \dfrac{1}{5} &= \dfrac{20}{100} = 20\% \\[6pt] 0{,}4 &= \dfrac{40}{100} = 40\% \\[6pt] 1{,}25 &= \dfrac{125}{100} = 125\% \end{aligned} \]

Dari desimal ke persen, kalikan dengan 100%. Karena 100% sama dengan 1 utuh, nilainya tidak berubah: 0,4 × 100% = 40%. Cara mengingatnya: geser koma dua tempat ke kanan, tambahkan 0 bila perlu (0,4 = 0,40). Persen bisa lebih dari 100%. Misalnya 125% artinya seluruhnya ditambah seperempatnya lagi.

6. Persen dari Suatu Bilangan

Ingat materi ketujuh: kata “dari” sesudah pecahan berarti dikali. Persen juga pecahan, jadi 20% dari 50.000 adalah 20% × 50.000. Karena 20% sama dengan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{20}{100}} \):

\[ \dfrac{20}{100} \times 50{.}000 = 10{.}000 \]

Langkah tengahnya: 1% dari 50.000 adalah 50.000 dibagi 100, yaitu 500. Jadi 20% adalah 20 × 500 = 10.000. Cara cepat lain: 10% dari suatu bilangan adalah sepersepuluhnya. 10% dari 50.000 adalah 5.000, jadi 20% adalah dua kalinya, yaitu 10.000.

Diskon. Sebuah baju berharga Rp80.000 dan mendapat diskon 25%. Diskon artinya potongan harga. Besar potongannya 25% × 80.000. Karena 25% sama dengan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{25}{100} = \dfrac{1}{4}} \):

\[ \dfrac{1}{4} \times 80{.}000 = 20{.}000 \]

Pita harga delapan puluh ribu dibagi empat bagian sama besar. Satu bagian, dua puluh lima persen, dipotong: dua puluh ribu. Tiga bagian dibayar: enam puluh ribu

Harga yang dibayar: Rp80.000 − Rp20.000 = Rp60.000. Cara lain: karena dipotong 25%, yang dibayar tinggal 100% − 25% = 75% dari harga semula, dan 75% sama dengan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{4}} \):

\[ \dfrac{3}{4} \times 80{.}000 = 60{.}000 \]

Awas Jebakan!

Jebakan 1: menyalin angka pecahan ke belakang koma, atau sebaliknya. Ada yang menulis seperempat sebagai 0,4, atau 0,35 sebagai tiga per lima. Cek:

\[ \begin{aligned} 0{,}4 &= \dfrac{4}{10} = \dfrac{2}{5} \\[6pt] \dfrac{1}{4} &= \dfrac{25}{100} = 0{,}25 \end{aligned} \]

Jadi 0,4 bukan seperempat. Desimal selalu bertumpu pada persepuluhan, perseratusan, dan perseribuan, bukan pada bilangan penyebutnya.

Jebakan 2: menganggap persen sebagai rupiah. Diskon 15% untuk barang seharga Rp120.000 bukan potongan Rp15.000. Persen adalah bagian dari harga itu: 15% dari 120.000 artinya

\[ \dfrac{15}{100} \times 120{.}000 = 18{.}000 \]

Jadi potongannya Rp18.000. Potongan Rp15.000 hanya benar kalau harganya tepat Rp100.000.

Mari Coba Bersama

Contoh 1. Ubah \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{8}} \) ke desimal dan persen.

Cara berpikir: 8 tidak bisa dijadikan 10 atau 100 dengan perkalian bilangan bulat, tetapi bisa dijadikan 1000, karena \( {8 \times 125 = 1000.} \)

\[ \begin{aligned} \dfrac{3}{8} &= \dfrac{3 \times 125}{8 \times 125} = \dfrac{375}{1000} \\[6pt] &= 0{,}375 = 37{,}5\% \end{aligned} \]

Jawaban: 0,375 atau 37,5%.

Contoh 2. Urutkan 0,6; 0,58; dan 0,605 dari yang terkecil.

Cara berpikir: samakan banyak angka di belakang koma menjadi tiga: 0,600; 0,580; 0,605. Sekarang bandingkan seperti bilangan bulat: 580, 600, 605.

Jawaban: 0,58; 0,6; 0,605.

Contoh 3. Ani menjawab benar 18 dari 24 soal. Berapa persen jawabannya yang benar?

Cara berpikir: “18 dari 24 soal” berbeda dengan “20% dari 50.000”. Di sini 18 bukan pecahan, melainkan banyak bagian dari keseluruhan 24 soal, seperti 3 potong dari 8 potong martabak di materi kelima. Jadi ditulis sebagai pecahan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{18}{24},} \) disederhanakan (18 dan 24 sama-sama habis dibagi 6), lalu diubah ke per seratus:

\[ \dfrac{18}{24} = \dfrac{3}{4} = \dfrac{75}{100} = 75\% \]

Jawaban: 75%.

Ringkasan

  • Desimal yang berhenti adalah pecahan berpenyebut 10, 100, 1000, dan seterusnya. Angka di belakang koma menunjukkan persepuluhan, perseratusan, perseribuan. Ada juga desimal berulang, misalnya 0,333… untuk sepertiga.
  • Pecahan ke desimal: ubah ke pecahan senilai berpenyebut 10, 100, atau 1000, atau bagi pembilang dengan penyebut.
  • Membandingkan desimal positif: samakan banyak angka di belakang koma dengan menambahkan 0 di ujung kanan. Untuk desimal negatif, yang lebih jauh di kiri nol lebih kecil.
  • Menjumlahkan dan mengurangkan desimal: luruskan komanya.
  • Persen berarti per seratus. “Persen dari” berarti dikali.

Sekarang kerjakan latihan soal di bawah. Pilih jawabanmu, lalu baca pembahasannya. Pembahasan sama pentingnya dengan jawabannya.

Materi berikutnya: soal cerita bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

Latihan Soal

5 soal pilihan ganda. Pilih satu jawaban — benar atau salahnya langsung terlihat, lalu pembahasannya muncul. Tidak ada yang dicatat; ulangi sesukamu.

0 dari 5 soal terjawab

  1. Soal 1 dari 5
    Bentuk pecahan paling sederhana dari 0,24 adalah …
    Lihat kunci & pembahasan

    Kunci: C. Ada dua angka di belakang koma, jadi 0,24 berarti 24 perseratusan. 24 dan 100 sama-sama habis dibagi 4:
    \[ 0{,}24 = \dfrac{24}{100} = \dfrac{6}{25} \]

    Mengapa pilihan lain salah?
    A. \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{12}{5}} \) berasal dari \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{24}{10},} \) seolah-olah 0,24 berarti 24 persepuluhan. Hasilnya lebih dari 1, padahal 0,24 kurang dari 1.
    B. \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{2}} \) berasal dari \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{4}} \): angka 2 dan 4 disalin menjadi pembilang dan penyebut. Ini Jebakan 1. Padahal setengah sama dengan 0,5.
    D. \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{125}} \) berasal dari \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{24}{1000},} \) yaitu 0,024. Itu sepersepuluh dari 0,24.

  2. Soal 2 dari 5
    Hasil dari 2,6 + 0,75 adalah …
    Lihat kunci & pembahasan

    Kunci: D. Luruskan komanya. Tambahkan 0 supaya banyak angka di belakang koma sama:
    \[ \begin{aligned} 2{,}6 + 0{,}75 &= 2{,}60 + 0{,}75 \\[6pt] &= 3{,}35 \end{aligned} \]
    60 perseratusan ditambah 75 perseratusan adalah 135 perseratusan, yaitu 1 utuh dan 35 perseratusan. Satu utuh itu ditambahkan ke bagian utuh: 2 + 0 + 1 = 3.

    Mengapa pilihan lain salah?
    A. 2,81 didapat kalau angka di belakang koma dijumlahkan seperti bilangan bulat, 6 + 75 = 81, padahal 6 adalah persepuluhan dan 75 adalah perseratusan.
    B. 2,35 didapat kalau 1 utuh dari 135 perseratusan lupa ditambahkan ke bagian utuh.
    C. 1,01 didapat kalau angka diluruskan ke kanan, seperti gambar “Salah” di bagian 4. Hasilnya bahkan lebih kecil daripada 2,6, padahal kita menambah.

  3. Soal 3 dari 5
    Pernyataan yang benar adalah …
    Lihat kunci & pembahasan

    Kunci: B. Samakan banyak angka di belakang koma: −0,3 = −0,30. Di garis bilangan, −0,30 lebih jauh di kiri nol daripada −0,25, jadi lebih kecil:
    \[ -0{,}30 < -0{,}25 \]

    Mengapa pilihan lain salah?
    A. Samakan menjadi 0,80 dan 0,75. Karena 80 lebih dari 75, bilangan 0,8 lebih besar daripada 0,75. Lebih banyak angka di belakang koma tidak berarti lebih besar.
    C. Samakan menjadi 0,09 dan 0,10. Karena 9 kurang dari 10, bilangan 0,09 lebih kecil daripada 0,1.
    D. Menambahkan 0 di ujung kanan angka di belakang koma tidak mengubah nilai: 0,40 sama dengan 0,4.

  4. Soal 4 dari 5
    Bentuk persen dari \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{7}{20}} \) adalah …
    Lihat kunci & pembahasan

    Kunci: A. Persen berarti per seratus, jadi ubah ke pecahan senilai berpenyebut 100. Karena 20 dikali 5 sama dengan 100:
    \[ \begin{aligned} \dfrac{7}{20} &= \dfrac{7 \times 5}{20 \times 5} \\[6pt] &= \dfrac{35}{100} = 35\% \end{aligned} \]

    Mengapa pilihan lain salah?
    B. 87% didapat kalau pembilang dan penyebut sama-sama ditambah 80 supaya penyebutnya 100. Menambah tidak menghasilkan pecahan senilai (materi kelima); yang benar dikali.
    C. 0,35% didapat kalau \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{7}{20}} \) diubah dulu ke 0,35, lalu langsung diberi tanda persen tanpa dikali 100%. Padahal 0,35% kurang dari 1%.
    D. 3,5% didapat kalau koma pada 0,35 hanya digeser satu tempat (dikali 10%, bukan 100%). Persen berarti per seratus.

  5. Soal 5 dari 5
    Harga sepasang sepatu Rp150.000. Toko memberi diskon 30%. Harga yang harus dibayar adalah …
    Lihat kunci & pembahasan

    Kunci: C. Hitung potongannya dulu. “30% dari 150.000” berarti dikali, dan 30% sama dengan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{30}{100}} \):
    \[ \begin{aligned} & \dfrac{30}{100} \times 150{.}000 \\[6pt] &= 45{.}000 \end{aligned} \]
    Harga yang dibayar: Rp150.000 − Rp45.000 = Rp105.000. Cara lain: yang dibayar tinggal 70% dari harga, dan 70% dari Rp150.000 adalah Rp105.000.

    Mengapa pilihan lain salah?
    A. Rp45.000 adalah besar potongannya, bukan harga yang dibayar.
    B. Rp120.000 didapat kalau 30% dianggap Rp30.000. Ini Jebakan 2.
    D. Rp195.000 didapat kalau potongannya malah ditambahkan ke harga.

Mau latihan lebih banyak? 50 soal Desimal dan Persen di Latihan Bertingkat — dari Pemanasan sampai HOTS, dengan poin dan papan peringkat.

Tema dalam tulisan ini

Bagikan: WhatsApp Komentar 0

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi tulisan ini.

Komentar langsung tampil. Mohon santun, dan jangan menuliskan nomor telepon atau alamat.

Bacaan terkait

Materi Paling Banyak Dibaca

Seluruh 9 materi Ruang Belajar Al Bayyinah telah dibaca 79 kali.

  1. 1Mengenal Bilangan Bulat dan Garis Bilangan13 kali dibaca · Matematika
  2. 2Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat11 kali dibaca · Matematika
  3. 3Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan10 kali dibaca · Matematika
  4. 4Desimal dan Persen9 kali dibaca · Matematika · sedang Anda baca
  5. 5Soal Cerita Bilangan8 kali dibaca · Matematika