Sekolah Islam Al-Bayyinah Makassar Profil Sekolah  ·  Pendaftaran Murid Baru   Khabar   Kareba Alam
Logo Ruang Belajar Al Bayyinah Ruang Belajar Al Bayyinah Materi, Latihan Soal, dan Pembahasan
Matematika

Mengenal dan Membandingkan Pecahan

Pecahan adalah bagian dari keseluruhan yang dibagi sama besar. Kenali pembilang dan penyebut, temukan tempat pecahan di garis bilangan, pahami pecahan senilai, lalu bandingkan pecahan dengan alasan yang jelas, bukan sekadar hafalan.

M Muh. Yasin Yanzhur, S.Pd., M.Pd., Gr. Guru Matematika SMP & SMA
· 8 menit baca · Dibaca 8 kali
Martabak dipotong delapan sama besar, tiga potong diarsir: tiga per delapan
Martabak dipotong delapan sama besar, tiga potong diarsir: tiga per delapan

Sebuah martabak manis dipotong menjadi 8 bagian yang sama besar. Aisyah makan 3 potong. Berapa bagian martabak yang dimakan Aisyah? Jawabannya lebih dari 0, tetapi kurang dari 1 martabak, dan di antara 0 dan 1 tidak ada bilangan bulat. Di materi pertama kita sudah tahu bahwa \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{2}} \) bukan bilangan bulat. Sekarang saatnya berkenalan dengan bilangan seperti itu: pecahan.

1. Pecahan: Bagian dari Keseluruhan

Martabak dipotong delapan sama besar, tiga potong diarsir. Pembilang 3 adalah banyak potong yang dimakan, penyebut 8 adalah banyak potong dalam satu martabak

Bagian yang dimakan Aisyah ditulis \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{8}} \) dan dibaca “tiga per delapan”. Kadang pecahan ditulis dengan garis miring, 3/8, misalnya di gambar atau saat mengetik di HP. Artinya sama saja.

  • Penyebut (bilangan di bawah garis pecahan) adalah banyaknya bagian sama besar dalam satu keseluruhan. Di sini 8, karena satu martabak dipotong 8.
  • Pembilang (bilangan di atas garis pecahan) adalah banyaknya bagian yang diambil. Di sini 3, karena Aisyah makan 3 potong.

Ada satu syarat penting: bagian-bagiannya harus sama besar. Kalau potongannya tidak sama besar, “satu dari empat potong” belum tentu seperempat. (Seperempat ditulis \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{4}} \) dan dibaca juga “satu per empat”.)

Contoh: persegi panjang dibagi empat sama besar, satu bagian diarsir, itu seperempat. Bukan contoh: persegi panjang dibagi empat tidak sama besar, bagian yang diarsir bukan seperempat

2. Tempat Pecahan di Garis Bilangan

Pecahan juga punya tempat di garis bilangan. Bagi jarak dari 0 ke 1 menjadi 4 langkah yang sama panjang. Setiap langkah panjangnya \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{4}.} \) Jadi \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{4}} \) berada 3 langkah dari 0, dan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{4}{4}} \) tepat di 1, karena 4 bagian dari 4 adalah satu utuh.

Garis bilangan dari 0 sampai 2 dibagi per empat. Tiga langkah dari 0 sampai di tiga per empat. Satu langkah sesudah 1 sampai di lima per empat

Pecahan bisa lebih dari 1. \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{5}{4}} \) berada satu langkah sesudah 1. Dengan martabak: \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{5}{4}} \) artinya 5 potong seperempat, yaitu satu martabak utuh (4 potong) ditambah satu potong dari martabak kedua. Pecahan ini sering ditulis \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}1\dfrac{1}{4}} \) (dibaca “satu seperempat”), artinya 1 utuh ditambah \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{4}} \) lagi. Bentuk seperti ini disebut pecahan campuran.

Pecahan juga bisa negatif. Sama seperti bilangan bulat negatif, pecahan negatif berada di kiri nol. Misalnya \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}{-}\dfrac{1}{2}} \) berada tepat di tengah antara −1 dan 0.

3. Pecahan Senilai

Tiga pita sama panjang: setengah, dua per empat, dan empat per delapan. Bagian yang diarsir sama panjang

Ketiga pita sama panjang, dan bagian yang diarsir juga sama panjang. Jadi \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{2} = \dfrac{2}{4} = \dfrac{4}{8}.} \) Pecahan-pecahan yang nilainya sama disebut pecahan senilai.

Mengapa nilainya sama? Dari \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{2}} \) ke \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{4},} \) setiap bagian dipotong lagi menjadi 2. Banyak bagian seluruhnya menjadi 2 kali lipat (penyebut dikali 2), dan banyak bagian yang diarsir juga menjadi 2 kali lipat (pembilang dikali 2). Potongannya menjadi lebih kecil, tetapi panjang bagian yang diarsir tidak berubah. Kalau setiap bagian dipotong menjadi 3, pembilang dan penyebutnya sama-sama dikali 3, dan seterusnya.

\[ \dfrac{1}{2} = \dfrac{1 \times 2}{2 \times 2} = \dfrac{2}{4} \]

Aturannya: pembilang dan penyebut dikali atau dibagi dengan bilangan yang sama (asalkan bukan 0), hasilnya pecahan senilai. Mengapa bukan 0? Dikali 0 membuat penyebutnya 0, padahal tidak ada keseluruhan yang dibagi menjadi 0 bagian. Membagi dengan 0 juga tidak bisa dilakukan, seperti di materi ketiga.

Menyederhanakan pecahan. Arah sebaliknya juga berlaku. Pada \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{6}{8},} \) pembilang dan penyebutnya sama-sama habis dibagi 2. Habis dibagi artinya hasil baginya bilangan bulat, tanpa sisa: \( {6 \mathbin{:} 2 = 3} \) dan \( {8 \mathbin{:} 2 = 4.} \) Hasilnya \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{6}{8} = \dfrac{3}{4}.} \) Karena 3 dan 4 tidak lagi sama-sama habis dibagi oleh bilangan selain 1, \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{4}} \) disebut bentuk paling sederhana.

Bukan contoh: menambahkan bilangan yang sama ke pembilang dan penyebut bukan cara membuat pecahan senilai, karena biasanya nilainya berubah. Dari \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{2},} \) kalau pembilang dan penyebut sama-sama ditambah 1, hasilnya \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{3}.} \) Bayangkan pita yang dibagi 3 sama besar: 2 bagian sudah lebih dari setengah pita, padahal \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{2}} \) tepat setengah. Jadi \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{3}} \) tidak senilai dengan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{2}.} \)

4. Membandingkan Pecahan

a. Penyebutnya sama. Bandingkan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{8}} \) dan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{5}{8}.} \) Potongannya sama besar (sama-sama potongan seperdelapan), jadi yang potongannya lebih banyak itulah yang lebih besar: \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{5}{8} > \dfrac{3}{8}.} \)

b. Pembilangnya sama. Bandingkan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{3}} \) dan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{5}.} \) Bayangkan dua martabak yang sama besar. Martabak pertama dibagi rata untuk 3 orang, martabak kedua dibagi rata untuk 5 orang. Karena martabaknya sama besar, makin banyak orangnya, makin kecil bagian setiap orang. Jadi \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{3} > \dfrac{1}{5},} \) walaupun 5 lebih besar daripada 3.

Atas: tiga per delapan dan lima per delapan, lima per delapan lebih panjang. Bawah: sepertiga dan seperlima, sepertiga lebih panjang

c. Pembilang dan penyebutnya berbeda. Bandingkan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{3}} \) dan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{4}.} \) Ubah keduanya menjadi pecahan senilai dengan penyebut yang sama. Penyebut barunya harus habis dibagi 3 dan juga habis dibagi 4. Cara yang pasti berhasil: kalikan kedua penyebutnya, \( {3 \times 4 = 12.} \)

Supaya penyebut 3 menjadi 12, kalikan dengan 4. Supaya penyebut 4 menjadi 12, kalikan dengan 3. Pembilangnya ikut dikali dengan bilangan yang sama:

\[ \begin{aligned} \dfrac{2}{3} &= \dfrac{2 \times 4}{3 \times 4} = \dfrac{8}{12} \\[6pt] \dfrac{3}{4} &= \dfrac{3 \times 3}{4 \times 3} = \dfrac{9}{12} \end{aligned} \]

Sekarang penyebutnya sama, sehingga cukup membandingkan pembilangnya: 9 lebih dari 8. Jadi \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{4} > \dfrac{2}{3}.} \)

Dua pita dibagi dua belas: dua per tiga sama dengan delapan per dua belas, tiga per empat sama dengan sembilan per dua belas

d. Pecahan negatif. Aturan dari materi pertama tetap berlaku: makin ke kanan, makin besar. Di mana letak \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}{-}\dfrac{1}{2}?} \) Kita tahu \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{2} = \dfrac{2}{4},} \) jadi

\[ -\dfrac{1}{2} = -\dfrac{2}{4} \]

Artinya \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}{-}\dfrac{1}{2}} \) berada 2 langkah seperempat di kiri 0, sedangkan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}{-}\dfrac{1}{4}} \) hanya 1 langkah di kiri 0. Jadi \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}{-}\dfrac{1}{4}} \) berada di kanan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}{-}\dfrac{1}{2},} \) sehingga \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}{-}\dfrac{1}{4} > -\dfrac{1}{2}.} \) Untuk pecahan negatif, yang lebih dekat ke nol adalah yang lebih besar.

Garis bilangan dari minus satu sampai nol. Minus dua per empat, yaitu minus setengah, dan minus seperempat. Minus seperempat berada lebih ke kanan

Cek dengan suhu: \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}{-}\dfrac{1}{4}\,{}^{\circ}\mathrm{C}} \) lebih hangat (lebih dekat ke \( {0\,{}^{\circ}\mathrm{C}} \)) daripada \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}{-}\dfrac{1}{2}\,{}^{\circ}\mathrm{C}.} \)

Hati-hati: aturan a dan b di atas berlaku untuk pecahan positif. Untuk pecahan negatif, hasilnya terbalik. Contohnya \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{4} < \dfrac{1}{2},} \) tetapi \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}{-}\dfrac{1}{4} > -\dfrac{1}{2}.} \)

Awas Jebakan!

Jebakan 1: “penyebut lebih besar, pecahan lebih besar”. Banyak yang mengira \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{8}} \) lebih besar daripada \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{4}} \) karena 8 lebih dari 4. Padahal, kalau keseluruhannya sama besar, penyebut 8 berarti keseluruhan itu dipotong menjadi lebih banyak bagian daripada penyebut 4, sehingga setiap bagian lebih kecil: \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{8} < \dfrac{1}{4}.} \)

Jebakan 2: hanya melihat pembilang. Bandingkan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{8}} \) dan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{3}.} \) Pembilang 3 lebih dari 2, tetapi itu tidak cukup, karena potongannya tidak sama besar. Coba bandingkan keduanya dengan setengah. Setengah dari 8 potong adalah 4 potong, jadi \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{8}} \) kurang dari setengah. Pecahan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{3}} \) senilai dengan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{4}{6},} \) dan setengah dari 6 potong adalah 3 potong, jadi \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{3}} \) lebih dari setengah:

\[ \begin{aligned} \dfrac{3}{8} &< \dfrac{4}{8} = \dfrac{1}{2} \\[6pt] \dfrac{2}{3} &= \dfrac{4}{6} > \dfrac{3}{6} = \dfrac{1}{2} \end{aligned} \]

Yang satu kurang dari setengah, yang lain lebih dari setengah. Jadi \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{8} < \dfrac{2}{3}.} \)

Mari Coba Bersama

Contoh 1. Sederhanakan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{12}{18}.} \)

Cara berpikir: 12 dan 18 sama-sama habis dibagi 2. Hasilnya, 6 dan 9, masih sama-sama habis dibagi 3. Sesudah itu, 2 dan 3 tidak lagi sama-sama habis dibagi oleh bilangan selain 1.

\[ \begin{aligned} \dfrac{12}{18} &= \dfrac{12 \mathbin{:} 2}{18 \mathbin{:} 2} = \dfrac{6}{9} \\[6pt] \dfrac{6}{9} &= \dfrac{6 \mathbin{:} 3}{9 \mathbin{:} 3} = \dfrac{2}{3} \end{aligned} \]

Jawaban: \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{3}.} \) (Bisa juga langsung dibagi 6, karena dibagi 2 lalu dibagi 3 sama saja dengan dibagi 6.)

Contoh 2. Mana yang lebih besar, \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{5}{6}} \) atau \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{7}{9}?} \)

Cara berpikir: cari penyebut baru yang habis dibagi 6 dan juga habis dibagi 9. Tulis kelipatan 9 (hasil \( {9 \times 1,} \) \( {9 \times 2,} \) dan seterusnya): 9, 18, … Ternyata 18 juga habis dibagi 6, jadi pakai 18. (Cara yang pasti berhasil, \( {6 \times 9 = 54,} \) juga benar; hanya angkanya lebih besar.)

\[ \begin{aligned} \dfrac{5}{6} &= \dfrac{5 \times 3}{6 \times 3} = \dfrac{15}{18} \\[6pt] \dfrac{7}{9} &= \dfrac{7 \times 2}{9 \times 2} = \dfrac{14}{18} \end{aligned} \]

Penyebutnya sudah sama, dan 15 lebih dari 14.
Jawaban: \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{5}{6}} \) lebih besar.

Contoh 3. Urutkan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{2},} \) \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{5},} \) dan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{4}} \) dari yang terkecil.

Cara berpikir: cari penyebut baru yang habis dibagi 2, 5, dan 4. Tulis kelipatan 5: 5, 10, 15, 20. Bilangan 20 adalah yang pertama habis dibagi 2 dan juga habis dibagi 4, jadi pakai 20:

\[ \begin{aligned} \dfrac{1}{2} &= \dfrac{1 \times 10}{2 \times 10} = \dfrac{10}{20} \\[6pt] \dfrac{2}{5} &= \dfrac{2 \times 4}{5 \times 4} = \dfrac{8}{20} \\[6pt] \dfrac{3}{4} &= \dfrac{3 \times 5}{4 \times 5} = \dfrac{15}{20} \end{aligned} \]

Urutan pembilangnya dari yang terkecil: 8, 10, 15.
Jawaban: \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{5},} \) \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{2},} \) \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{4}.} \)

Ringkasan

  • Pecahan adalah bagian dari keseluruhan yang dibagi sama besar. Penyebut: banyak bagian sama besar dalam satu keseluruhan. Pembilang: banyak bagian yang diambil.
  • Pecahan punya tempat di garis bilangan. Ada pecahan yang lebih dari 1, dan ada pecahan negatif.
  • Pecahan senilai didapat dengan mengalikan atau membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan yang sama (bukan 0), bukan dengan menambahkan bilangan yang sama.
  • Membandingkan pecahan positif: kalau penyebutnya sama, pecahan dengan pembilang lebih besar adalah yang lebih besar. Kalau pembilangnya sama, pecahan dengan penyebut lebih kecil justru lebih besar. Kalau keduanya berbeda, samakan penyebutnya dulu.
  • Pecahan negatif: yang lebih dekat ke nol adalah yang lebih besar.

Sekarang kerjakan latihan soal di bawah. Pilih jawabanmu, lalu baca pembahasannya. Pembahasan sama pentingnya dengan jawabannya.

Materi berikutnya: penjumlahan dan pengurangan pecahan.

Latihan Soal

5 soal pilihan ganda. Pilih satu jawaban — benar atau salahnya langsung terlihat, lalu pembahasannya muncul. Tidak ada yang dicatat; ulangi sesukamu.

0 dari 5 soal terjawab

  1. Soal 1 dari 5
    Perhatikan gambar. Bagian yang diarsir menunjukkan pecahan …
    Gambar soal 1
    Lihat kunci & pembahasan

    Kunci: B. Persegi panjang dibagi menjadi 5 bagian sama besar (penyebut 5), dan 2 bagian diarsir (pembilang 2). Jadi pecahannya \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{5}.} \)

    Mengapa pilihan lain salah?
    A. \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{5}} \) adalah bagian yang TIDAK diarsir.
    C. \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{3}} \) didapat kalau banyak bagian yang diarsir (2) ditulis di atas banyak bagian yang tidak diarsir (3). Penyebut harus banyak bagian SELURUHNYA, yaitu 5.
    D. \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{5}{2}} \) terbalik: pembilang dan penyebutnya tertukar.

  2. Soal 2 dari 5
    Pecahan yang senilai dengan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{5}} \) adalah …
    Lihat kunci & pembahasan

    Kunci: D. Pembilang dan penyebut dikali dengan bilangan yang sama, yaitu 2: \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2 \times 2}{5 \times 2} = \dfrac{4}{10}.} \)

    Mengapa pilihan lain salah?
    A. \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{6}} \) didapat dengan MENAMBAH 1 pada pembilang dan penyebut. Menambah bukan cara membuat pecahan senilai. \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{6}} \) sama dengan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{2},} \) yaitu \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{5}{10},} \) sedangkan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{5}} \) sama dengan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{4}{10}.} \) Nilainya berbeda.
    B. \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{4}{5}} \): hanya pembilangnya yang dikali 2, penyebutnya tidak.
    C. \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{10}} \): hanya penyebutnya yang dikali 2, pembilangnya tidak.

  3. Soal 3 dari 5
    Pecahan yang paling besar adalah …
    Lihat kunci & pembahasan

    Kunci: A. Keempat pecahan negatif, jadi semuanya berada di kiri nol. Yang paling besar adalah yang paling kanan, yaitu yang paling dekat ke nol.
    Jarak setiap pecahan dari nol adalah \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{8},} \) \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{4},} \) \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{2},} \) dan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{3}.} \) Jarak yang paling pendek adalah \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{8}.} \) Alasannya, \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{8}} \) lebih kecil daripada \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{3}} \) dan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{2}} \) karena pembilangnya sama dan potongan seperdelapan paling kecil, sedangkan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{4}} \) lebih dari setengah. Jadi \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}{-}\dfrac{1}{8}} \) paling dekat ke nol, sehingga paling besar.

    Mengapa pilihan lain salah?
    B. Kalau tanda negatifnya diabaikan, \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{4}} \) memang paling besar. Tetapi \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}{-}\dfrac{3}{4}} \) paling jauh di kiri nol, jadi justru paling KECIL.
    C. \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}{-}\dfrac{1}{2}} \) lebih jauh dari nol daripada \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}{-}\dfrac{1}{8}.} \) Aturan “pembilang sama, penyebut lebih kecil justru lebih besar” berlaku untuk pecahan positif. Untuk pecahan negatif, hasilnya terbalik.
    D. \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}{-}\dfrac{1}{3}} \) juga lebih jauh dari nol daripada \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}{-}\dfrac{1}{8},} \) karena \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{3}} \) lebih besar daripada \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{1}{8}.} \)

  4. Soal 4 dari 5
    Tanda yang tepat untuk mengisi kotak pada \( \rule[-0.45em]{0pt}{1.9em} \dfrac{2}{3} \;\square\; \dfrac{5}{8} \) adalah …
    Lihat kunci & pembahasan

    Kunci: C. Samakan penyebutnya. Cara yang pasti berhasil: kalikan kedua penyebut, \( {3 \times 8 = 24.} \)
    \[ \begin{aligned} \dfrac{2}{3} &= \dfrac{2 \times 8}{3 \times 8} = \dfrac{16}{24} \\[6pt] \dfrac{5}{8} &= \dfrac{5 \times 3}{8 \times 3} = \dfrac{15}{24} \end{aligned} \]
    16 lebih dari 15, jadi \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{3} > \dfrac{5}{8}.} \)

    Mengapa pilihan lain salah?
    A. Tanda < biasanya dipilih karena melihat 5 lebih dari 2, atau 8 lebih dari 3. Pembilang atau penyebut saja tidak cukup untuk membandingkan.
    B. Kedua pecahan tidak senilai: \( \rule[-0.45em]{0pt}{1.9em} \dfrac{16}{24} \) tidak sama dengan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{15}{24}.} \)
    D. Pecahan dengan penyebut berbeda tetap bisa dibandingkan, caranya dengan menyamakan penyebut.

  5. Soal 5 dari 5
    Ada dua martabak yang sama besar. Martabak Rina dipotong 8 sama besar, dan Rina makan 3 potong. Martabak Dodi dipotong 4 sama besar, dan Dodi makan 2 potong. Pernyataan yang benar adalah …
    Lihat kunci & pembahasan

    Kunci: B. Rina makan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{8}} \) martabak, Dodi makan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{4}} \) martabak. Potongan Rina (seperdelapan) lebih kecil daripada potongan Dodi (seperempat), jadi tidak cukup hanya menghitung banyak potong. Samakan penyebutnya:
    \[ \dfrac{2}{4} = \dfrac{2 \times 2}{4 \times 2} = \dfrac{4}{8} \]
    Penyebutnya sudah sama, dan 4 lebih dari 3, jadi Dodi makan lebih banyak.
    Cek dengan setengah: \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{2}{4}} \) tepat setengah, sedangkan \( {\rule[-0.45em]{0pt}{1.9em}\dfrac{3}{8}} \) kurang dari setengah (setengah dari 8 potong adalah 4 potong).

    Mengapa pilihan lain salah?
    A. Banyak potong saja tidak cukup, karena potongan Rina lebih kecil daripada potongan Dodi. Ini Jebakan 2: hanya melihat pembilang.
    C. Penyebut lebih besar berarti potongannya lebih kecil, bukan pecahannya lebih besar. Ini Jebakan 1.
    D. Bisa ditentukan, yaitu dengan menyamakan penyebutnya seperti di atas.

Mau latihan lebih banyak? 50 soal Mengenal dan Membandingkan Pecahan di Latihan Bertingkat — dari Pemanasan sampai HOTS, dengan poin dan papan peringkat.

Tema dalam tulisan ini

Bagikan: WhatsApp Komentar 0

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi tulisan ini.

Komentar langsung tampil. Mohon santun, dan jangan menuliskan nomor telepon atau alamat.

Bacaan terkait

Materi Paling Banyak Dibaca

Seluruh 9 materi Ruang Belajar Al Bayyinah telah dibaca 79 kali.

  1. 1Mengenal Bilangan Bulat dan Garis Bilangan13 kali dibaca · Matematika
  2. 2Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat11 kali dibaca · Matematika
  3. 3Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan10 kali dibaca · Matematika
  4. 4Desimal dan Persen9 kali dibaca · Matematika
  5. 5Soal Cerita Bilangan8 kali dibaca · Matematika