Operasi Campuran dan Sifat-Sifat Operasi
Kalau satu soal memuat tambah, kurang, kali, dan bagi sekaligus, mana yang dikerjakan lebih dulu? Pahami alasan di balik urutan pengerjaan, lalu pakai sifat pertukaran, pengelompokan, dan penyebaran untuk berhitung lebih cepat.
Budi membeli 1 pulpen seharga 2 ribu rupiah dan 4 buku tulis seharga 3 ribu rupiah per buku. Ia menuliskan totalnya sebagai \( {2 + 4 \times 3.} \) Aisyah menghitungnya dari kiri: \( {2 + 4 = 6,} \) lalu \( {6 \times 3 = 18.} \) Budi mengalikan dulu: \( {4 \times 3 = 12,} \) lalu \( {2 + 12 = 14.} \) Mana yang benar?
Coba hitung langsung dari ceritanya. Harga 4 buku adalah 12 ribu, ditambah pulpen 2 ribu, jadi 14 ribu. Jawaban Budi yang cocok dengan kenyataan. Hasil 18 ribu berarti ada \( {2 + 4 = 6} \) buku yang masing-masing seharga 3 ribu. Padahal angka 2 di soal itu adalah harga pulpen, bukan banyaknya buku.
Di halaman ini kita belajar operasi campuran, yaitu soal yang memuat beberapa operasi sekaligus (tambah, kurang, kali, bagi), dan sifat-sifat operasi yang membuat hitungan lebih mudah.
1. Mengapa Kali Dikerjakan Lebih Dulu?
Ingat materi sebelumnya: perkalian adalah penjumlahan berulang. \( {4 \times 3} \) berarti \( {3 + 3 + 3 + 3,} \) yaitu harga empat buku sekaligus. Jadi \( {4 \times 3} \) adalah satu paket yang harus dihitung utuh dulu, baru kemudian ditambah dengan yang lain:
\[ 2 + 4 \times 3 = 2 + 12 = 14 \]
Supaya semua orang mendapat jawaban yang sama untuk soal yang sama, para ahli matematika di seluruh dunia membuat kesepakatan tentang urutan pengerjaan. Kesepakatan ini dipakai di buku pelajaran, kalkulator ilmiah, dan komputer.
Hati-hati dengan kalkulator sederhana (kalkulator untuk belanja). Banyak di antaranya langsung menghitung dari kiri, sehingga \( {2 + 4 \times 3} \) bisa muncul sebagai 18. Kalkulator itu tidak rusak; ia memang tidak mengikuti kesepakatan urutan pengerjaan.
2. Urutan Pengerjaan
- Kurung dikerjakan paling dulu.
- Kali dan bagi dikerjakan berikutnya. Keduanya sama kuat, jadi dikerjakan berurutan dari kiri ke kanan.
- Tambah dan kurang dikerjakan terakhir. Keduanya juga sama kuat, dikerjakan dari kiri ke kanan.
Kata “sama kuat” itu penting. Artinya bukan “kali dulu, baru bagi” atau “tambah dulu, baru kurang”, melainkan mana yang lebih kiri, itu yang lebih dulu.
Cek dengan cerita untuk \( {12 \mathbin{:} 3 \times 2.} \) Ada 12 kue dibagi rata ke 3 piring, jadi tiap piring berisi 4 kue. Lalu setiap kue di satu piring dipotong menjadi 2. Banyak potongan di piring itu \( {4 \times 2 = 8} \) (empat kali dua potong: 2 + 2 + 2 + 2). Hasilnya 8, bukan \( {12 \mathbin{:} 6 = 2.} \)
Cek dengan cerita untuk \( {10 - 4 + 3.} \) Kamu punya 10 permen, memberikan 4 kepada teman, lalu mendapat 3 dari kakak. Permenmu sekarang \( {6 + 3 = 9,} \) bukan \( {10 - 7 = 3.} \)
3. Kurung Mengubah Urutan
Kalau kita ingin suatu bagian dikerjakan lebih dulu, bagian itu diberi kurung. Bandingkan:
\[ \begin{aligned} 2 + 4 \times 3 &= 2 + 12 = 14 \\ (2 + 4) \times 3 &= 6 \times 3 = 18 \end{aligned} \]
Soal yang memakai kurung cocok untuk cerita yang berbeda: 2 buku tulis dan 4 buku gambar, semuanya seharga 3 ribu per buku. Totalnya 6 buku, jadi 18 ribu. Satu tanda kurung mengubah arti soal, dan mengubah jawabannya.
4. Operasi Campuran dengan Bilangan Negatif
Urutannya tetap sama. Bedanya, setiap langkah memakai aturan dari materi sebelumnya: melangkah di garis bilangan untuk tambah dan kurang, aturan tanda untuk kali dan bagi. Contoh pertama: \( {-8 + 6 \mathbin{:} (-2).} \)
- Bagi dulu: \( {6 \mathbin{:} (-2) = -3} \) (tanda berbeda, hasilnya negatif).
- Lalu tambah: \( {-8 + (-3) = -11} \) (mulai di −8, melangkah 3 langkah ke kiri).
Contoh kedua memakai ketiga tingkat: kurung, kali, dan kurang. Hitung \( {20 - 2 \times (3 - 8).} \)
- Kurung dulu: \( {3 - 8 = -5.} \) Soalnya menjadi \( {20 - 2 \times (-5).} \)
- Kali: \( {2 \times (-5) = -10.} \) Soalnya menjadi \( {20 - (-10).} \)
- Kurang: mengurangi −10 sama dengan menambah lawannya, jadi \( {20 + 10 = 30.} \)
Kebiasaan yang membantu: setiap kali satu bagian selesai dihitung, tulis ulang seluruh soalnya di baris baru, seperti anak tangga. Dengan begitu tidak ada bagian yang terlewat atau tertukar urutannya.
5. Sifat-Sifat yang Membuat Hitungan Lebih Mudah
Selain urutan pengerjaan, ada tiga sifat yang sering dipakai untuk berhitung lebih cepat.
a. Sifat pertukaran (komutatif). Urutan dua bilangan boleh ditukar pada penjumlahan dan perkalian, misalnya \( {(-7) + 5 = 5 + (-7)} \) dan \( {3 \times (-4) = (-4) \times 3.} \)
Bukan contoh: pengurangan dan pembagian. Pada pengurangan, \( {5 - 3 = 2,} \) tetapi \( {3 - 5 = -2.} \) Pada pembagian, \( {8 \mathbin{:} 2 = 4,} \) tetapi \( {2 \mathbin{:} 8} \) bahkan bukan bilangan bulat.
b. Sifat pengelompokan (asosiatif). Pada penjumlahan atau perkalian tiga bilangan, dua bilangan pertama atau dua bilangan terakhir yang dihitung lebih dulu, hasilnya sama, misalnya \( (2 \times 5) \times 7 = 2 \times (5 \times 7) \). Ditambah sifat pertukaran, kita bebas mencari pasangan yang mudah: \( 25 \times (-7) \times 4 = (25 \times 4) \times (-7) = 100 \times (-7) = -700 \).
Bukan contoh: pengurangan. \( {(10 - 4) - 3 = 3,} \) tetapi \( {10 - (4 - 3) = 9.} \)
c. Sifat penyebaran (distributif). Perkalian dengan isi kurung bisa “disebarkan” ke setiap bilangan di dalam kurung. Gambar berikut menunjukkan alasannya: 3 baris berisi 12 kotak bisa dihitung sekaligus, atau dipecah menjadi 3 baris berisi 10 kotak dan 3 baris berisi 2 kotak.
\[ \begin{aligned} 3 \times (10 + 2) &= 3 \times 10 + 3 \times 2 \\ &= 30 + 6 = 36 \end{aligned} \]
Sifat ini sangat berguna untuk menghitung di kepala. Contoh: \( 6 \times 99 = 6 \times (100 - 1) = 600 - 6 = 594 \). Yang sering terlupa: semua bilangan di dalam kurung harus ikut dikali, termasuk bilangan yang dikurangkan.
Awas Jebakan!
Jebakan 1: menghitung dari kiri tanpa melihat jenis operasinya. \( {10 - 2 \times 3} \) dihitung \( {8 \times 3 = 24.} \) Padahal kali dikerjakan lebih dulu: \( {10 - 6 = 4.} \)
Jebakan 2: hanya sebagian isi kurung yang dikali. \( {4 \times (5 - 1)} \) dihitung \( {20 - 1 = 19.} \) Padahal bilangan 1 juga harus dikali 4: \( {20 - 4 = 16.} \) Cek dengan cara biasa: \( {4 \times 4 = 16.} \)
Mari Coba Bersama
Contoh 1. Hitung \( {15 - 3 \times 4 + 2.} \)
Cara berpikir: kali dulu, \( {3 \times 4 = 12,} \) sehingga soalnya menjadi \( {15 - 12 + 2.} \) Kurang dan tambah sama kuat, jadi dari kiri: \( {15 - 12 = 3,} \) lalu \( {3 + 2 = 5.} \)
Jawaban: 5 (bukan \( {15 - 14 = 1} \)).
Contoh 2. Hitung \( (-12) \mathbin{:} 4 - (-2) \times 5 \).
Cara berpikir: ada bagi dan kali, kerjakan dulu dari kiri: \( {(-12) \mathbin{:} 4 = -3} \) dan \( {(-2) \times 5 = -10.} \) Soalnya menjadi \( {-3 - (-10).} \) Mengurangi −10 sama dengan menambah 10: \( {-3 + 10 = 7.} \)
Jawaban: 7.
Contoh 3. Hitung \( {5 \times (-13) \times 2} \) dengan cara cepat.
Cara berpikir: pasangan 5 dan 2 menghasilkan 10, jadi kelompokkan keduanya (sifat pertukaran dan pengelompokan): \( (5 \times 2) \times (-13) = 10 \times (-13) = -130 \).
Jawaban: −130.
Ringkasan
- Urutan pengerjaan: kurung, lalu kali dan bagi, lalu tambah dan kurang.
- Kali dan bagi sama kuat; tambah dan kurang sama kuat. Yang sama kuat dikerjakan dari kiri ke kanan.
- Dengan bilangan negatif urutannya sama; setiap langkah memakai aturan dari materi sebelumnya.
- Sifat pertukaran dan pengelompokan berlaku untuk tambah dan kali, tetapi tidak untuk kurang dan bagi.
- Sifat penyebaran: \( a \times (b + c) = a \times b + a \times c \). Semua isi kurung harus ikut dikali.
Sekarang kerjakan latihan soal di bawah. Pilih jawabanmu, lalu baca pembahasannya. Pembahasan sama pentingnya dengan jawabannya.
Materi berikutnya: mengenal dan membandingkan pecahan.
Latihan Soal
5 soal pilihan ganda. Pilih satu jawaban — benar atau salahnya langsung terlihat, lalu pembahasannya muncul. Tidak ada yang dicatat; ulangi sesukamu.
0 dari 5 soal terjawab
-
Soal 1 dari 5Hasil dari 5 + 3 × 4 adalah …PembahasanKali dikerjakan lebih dulu daripada tambah: 3 × 4 = 12, lalu 5 + 12 = 17.
Mengapa pilihan lain salah?
A. 32 didapat kalau dihitung dari kiri: 5 + 3 = 8, lalu 8 × 4 = 32. Itu sama dengan (5 + 3) × 4, padahal soalnya tidak memakai kurung.
B. 12 didapat kalau semua tanda dianggap tambah: 5 + 3 + 4.
C. 60 didapat kalau semua tanda dianggap kali: 5 × 3 × 4.Lihat kunci & pembahasan
Kunci: D. Kali dikerjakan lebih dulu daripada tambah: 3 × 4 = 12, lalu 5 + 12 = 17.
Mengapa pilihan lain salah?
A. 32 didapat kalau dihitung dari kiri: 5 + 3 = 8, lalu 8 × 4 = 32. Itu sama dengan (5 + 3) × 4, padahal soalnya tidak memakai kurung.
B. 12 didapat kalau semua tanda dianggap tambah: 5 + 3 + 4.
C. 60 didapat kalau semua tanda dianggap kali: 5 × 3 × 4. -
Soal 2 dari 5Hasil dari 18 − 6 : 3 × 2 adalah …PembahasanBagi dan kali sama kuat, jadi dikerjakan dari kiri: 6 : 3 = 2, lalu 2 × 2 = 4. Terakhir kurang: 18 − 4 = 14.
Mengapa pilihan lain salah?
B. 17 didapat kalau kali dikerjakan sebelum bagi: 3 × 2 = 6, 6 : 6 = 1, lalu 18 − 1 = 17. Bagi dan kali sama kuat; yang lebih kiri dikerjakan lebih dulu.
C. 8 didapat kalau semuanya dihitung dari kiri tanpa melihat jenis operasinya: 18 − 6 = 12, 12 : 3 = 4, 4 × 2 = 8.
D. 2 didapat kalau kurung ditambahkan sendiri: (18 − 6) : (3 × 2) = 12 : 6 = 2.Lihat kunci & pembahasan
Kunci: A. Bagi dan kali sama kuat, jadi dikerjakan dari kiri: 6 : 3 = 2, lalu 2 × 2 = 4. Terakhir kurang: 18 − 4 = 14.
Mengapa pilihan lain salah?
B. 17 didapat kalau kali dikerjakan sebelum bagi: 3 × 2 = 6, 6 : 6 = 1, lalu 18 − 1 = 17. Bagi dan kali sama kuat; yang lebih kiri dikerjakan lebih dulu.
C. 8 didapat kalau semuanya dihitung dari kiri tanpa melihat jenis operasinya: 18 − 6 = 12, 12 : 3 = 4, 4 × 2 = 8.
D. 2 didapat kalau kurung ditambahkan sendiri: (18 − 6) : (3 × 2) = 12 : 6 = 2. -
Soal 3 dari 5Hasil dari (−3) × 4 + 10 : (−2) adalah …PembahasanKali dan bagi dulu: (−3) × 4 = −12 dan 10 : (−2) = −5 (tanda berbeda, keduanya negatif). Lalu tambah: −12 + (−5) = −17.
Mengapa pilihan lain salah?
A. −7 didapat kalau 10 : (−2) dihitung 5, padahal tanda berbeda menghasilkan −5: −12 + 5 = −7.
B. 1 didapat kalau dihitung dari kiri: −12 + 10 = −2, lalu (−2) : (−2) = 1. Bagi harus dikerjakan sebelum tambah.
D. 7 didapat kalau (−3) × 4 dihitung 12, padahal tanda berbeda menghasilkan −12: 12 + (−5) = 7.Lihat kunci & pembahasan
Kunci: C. Kali dan bagi dulu: (−3) × 4 = −12 dan 10 : (−2) = −5 (tanda berbeda, keduanya negatif). Lalu tambah: −12 + (−5) = −17.
Mengapa pilihan lain salah?
A. −7 didapat kalau 10 : (−2) dihitung 5, padahal tanda berbeda menghasilkan −5: −12 + 5 = −7.
B. 1 didapat kalau dihitung dari kiri: −12 + 10 = −2, lalu (−2) : (−2) = 1. Bagi harus dikerjakan sebelum tambah.
D. 7 didapat kalau (−3) × 4 dihitung 12, padahal tanda berbeda menghasilkan −12: 12 + (−5) = 7. -
Soal 4 dari 5Dengan sifat penyebaran, 7 × 98 bisa dihitung sebagai 7 × (100 − 2). Hasilnya adalah …PembahasanKalikan 7 dengan setiap bilangan di dalam kurung: 7 × 100 − 7 × 2 = 700 − 14 = 686.
Cek angka satuan: 7 × 8 = 56, angka satuannya 6. Jadi hasil 7 × 98 harus berakhiran 6: 686 cocok, 698 tidak.
Mengapa pilihan lain salah?
A. 698 didapat kalau hanya 100 yang dikali 7: 700 − 2. Bilangan 2 juga harus dikali 7. Ini kesalahan yang paling sering terjadi pada sifat penyebaran.
C. 700 didapat kalau bilangan 2 di dalam kurung diabaikan sama sekali.
D. 714 didapat dari 700 + 14. Di dalam kurung tandanya kurang, jadi hasilnya juga dikurangi.Lihat kunci & pembahasan
Kunci: B. Kalikan 7 dengan setiap bilangan di dalam kurung: 7 × 100 − 7 × 2 = 700 − 14 = 686.
Cek angka satuan: 7 × 8 = 56, angka satuannya 6. Jadi hasil 7 × 98 harus berakhiran 6: 686 cocok, 698 tidak.
Mengapa pilihan lain salah?
A. 698 didapat kalau hanya 100 yang dikali 7: 700 − 2. Bilangan 2 juga harus dikali 7. Ini kesalahan yang paling sering terjadi pada sifat penyebaran.
C. 700 didapat kalau bilangan 2 di dalam kurung diabaikan sama sekali.
D. 714 didapat dari 700 + 14. Di dalam kurung tandanya kurang, jadi hasilnya juga dikurangi. -
Soal 5 dari 5Suhu pagi di sebuah kota −5°C. Setelah itu suhu naik 3°C setiap jam selama 4 jam. Suhu setelah 4 jam adalah …PembahasanKenaikan suhunya 4 × 3 = 12 derajat. Soalnya ditulis −5 + 4 × 3. Kali dulu: 4 × 3 = 12, lalu −5 + 12 = 7. Suhunya 7°C.
Mengapa pilihan lain salah?
A. −3°C didapat kalau dihitung dari kiri: −5 + 4 = −1, lalu (−1) × 3 = −3. Kali harus dikerjakan sebelum tambah.
B. 2°C didapat dari −5 + 4 + 3: kenaikannya dianggap hanya 4 + 3 = 7 derajat, padahal 3 derajat setiap jam selama 4 jam berarti 4 × 3 = 12 derajat.
C. −17°C didapat kalau suhunya dianggap turun: −5 − 12. Soalnya mengatakan suhu naik.Lihat kunci & pembahasan
Kunci: D. Kenaikan suhunya 4 × 3 = 12 derajat. Soalnya ditulis −5 + 4 × 3. Kali dulu: 4 × 3 = 12, lalu −5 + 12 = 7. Suhunya 7°C.
Mengapa pilihan lain salah?
A. −3°C didapat kalau dihitung dari kiri: −5 + 4 = −1, lalu (−1) × 3 = −3. Kali harus dikerjakan sebelum tambah.
B. 2°C didapat dari −5 + 4 + 3: kenaikannya dianggap hanya 4 + 3 = 7 derajat, padahal 3 derajat setiap jam selama 4 jam berarti 4 × 3 = 12 derajat.
C. −17°C didapat kalau suhunya dianggap turun: −5 − 12. Soalnya mengatakan suhu naik.
Tema dalam tulisan ini
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi tulisan ini.
Bacaan terkait
Materi Paling Banyak Dibaca
Seluruh 9 materi Ruang Belajar Al Bayyinah telah dibaca 94 kali.
- 1Mengenal Bilangan Bulat dan Garis Bilangan14 kali dibaca · Matematika
- 2Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan12 kali dibaca · Matematika
- 3Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat12 kali dibaca · Matematika
- 4Desimal dan Persen11 kali dibaca · Matematika
- 5Perkalian dan Pembagian Pecahan11 kali dibaca · Matematika



